taoresto.jpg


Benny Se Teo adalah mantan pecandu narkoba yang sangat sulit melepas belenggu obat-obatan terlarang itu. Penjara menjadi titik baliknya untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan terarah.

Dikutip dari laman CNN News, Senin 8 Desember 2014, keluar dari penjara, ia begitu khawatir akan kesulitan mendapatkan pekerjaan untuk membiayai kelangsungan hidupnya. Masyarakat juga tidak begitu saja menerimanya dengan baik.

Hal itu, benar saja terjadi. Setelah berusaha melamar pekerjaan ke berbagai tempat, tak satu pun menerimanya sebagai pekerja. Tak mau putus asa, Teo pun akhirnya nekad menentukan masa depannya sendiri.

Kini, setelah 20 tahun terlepas dari jerat narkoba, Teo dan temannya asal Singapura, sukses mengembangkan rantai restorannya yang diberi nama Eighteen Chefs.

Padahal, semula Teo membuka restoran tersebut adalah untuk membantu orang-orang yang terpinggirkan oleh masyarakat, sama seperti yang ia alami. Saat kondisinya terpuruk dan ia merasa menjadi sampah masyarakat. Setelah itu, ia baru menekankan pada kualitas makanan, cita rasa, dan berbagai inovasi pada menu makanan yang dijualnya.

“Saya menyadari bahwa masyarakat kita masih memiliki kesenjangan soal ini. Saat Anda memiliki catatan kriminal, maka Anda tidak akan dapat hidup secara normal. Anda tidak dapat lagi bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat,” ungkapnya.

“Restoran yang saya dirikan ingin menghilangkan kesan itu. Kami mampu memberikan beberapa pelatihan dan memberi mereka harga diri kembali, setelah mereka sadar kesalahan yang telah mereka lakukan. Setiap orang pasti pernah berbuat salah,” paparnya.

Sebelum mendirikan restoran Eighteen Chefs, Teo menimba ilmu di Fifteen, restoran London milik Jamie Oliver. Dia, kemudian melanjutkan untuk menjalankan sebuah restoran di Tiongkok, dengan jumlah kursi pengunjung 200an. Saat itu 80 persen pekerjanya adalah mereka yang memiliki catatan kriminal.

Namun, pembelajaran yang ia dapatkan dari situ adalah tingginya jumlah pekerja yang memiliki sejumlah catatan kriminal membuatnya kesulitan mengelola operasional restoran.

Saat mendirikan Eighteen Chefs, ia kemudian mengurangi jumlahnya, hanya 35 persen pekerjanya yang memiliki catatan kriminal.

Teo merasa sangat bahagia, saat dirinya bisa bermanfaat bagi orang lain. Ada sejumlah kisah sukses dari beberapa karyawannya. Salah satunya, karyawan Teo yang memulai kariernya dari menjadi server hingga kemudian menjadi manager regional memiliki penghasilan lebih dari US$6.000 per bulan.

Teo bahkan tidak keberatan, jika ada pegawainya yang mencuri resep dan ide-idenya dan kemudian memutuskan untuk resign dan membuka usaha kecilnya. Dia senang mereka, akhirnya bisa hidup mandiri dan tidak kembali berbuat kejahatan di tengah masyarakat. (bbi/age)