startsurabaya.jpg


Sejumlah karya yang cukup gemilang telah ditelorkan peserta Start Surabaya. Sebagian dari total 45 peserta telah beranjak untuk menggarap masing-masing perusahaannya.

Dari pantauan wartawan kami, setidaknya 20 peserta serius di depan laptop masing-masing. Di lantai 7 Gedung Spazio Surabaya pun seolah sebuah kantor besar dengan dipenuhi berbagai perusahaan milik anak-anak muda Surabaya. Tidak heran, meski dikatakan sebagai kantor, kesan santai tidak dapat ditinggalkan.

Kesan santai dan kasual ini terlihat dari bentuk dekorasi ruangan. Di ruang berukuran 30 meter persegi tersebut ada beberapa meja dengan masing-masing empat kursi. Jangan bayangkan meja itu tertata berbilik mirip seperti sebuah kantor. justru sebaliknya, meja-meja ditata sedemikian rupa mengesankan sebuah kafe.

“Iya tidak terlalu serius banget. Temen-temen biasanya kerjain desain atau pun lainnya. Kalau ingin santai, ya biasanya mereka main game, atau sekadar share pendapat dengan kawan sejawat lainnya,” tutur Ayu, salah satu anggota tim Start Surabaya.

Memang di kantor Start Surabaya itu, ruangan didesain seperti sebuah ruangan yang asyik. Sehingga para peserta bisa saling membantu, diskusi, atau bahkan melakukan kerjasama untuk menggarap sebuah program.

Seperti dilakukan satu di antara peserta Start Surabaya, Wesley Wiyadi. Ia mengaku terbantu dengan masa inkubasi di Start Surabaya. Ini karena Wesley dapat saling berbagi dan meminta bantuan kepada rekannya yang lain untuk menyelesaikan sebuah project.

“Misalnya, sekarang ini saya sedang bikin kartun video animasi. Jadi ceritanya program saya ini kami namai Kotak Tahu. Sebuah sejarah singkat tentang tokoh dan daerah-daerah di seluruh Tanah Air. Jadi kami desain animasi visualnya,” jelasnya.

Sayangnya, Wesley menemukan kendala dalam mencari data sejarah tokoh dan daerah-daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, Wesley mengaku menggandeng rekannya yang juga masuk Start Surabaya untuk memberikan data sejarah dan grafisnya. “Jadi ini kerjasama tim, nanti pekerjaannya akan lebih mudah,” cetusnya.

Sebelum masuk Start Surabaya, Wesley mengaku telah menggarap sejarah pendidikan ini untuk anak-anak. Sayangnya, karena keterbetasannya Wesley hanya menyelesaikan satu episode saja. Video Wesley pun akhirnya kurang memiliki daya tarik yang lebih.

“Setelah masuk Start Surabaya ini saya berencana untuk menggarap episode daerah lainnya agar semakin sempurna,” tambahnya.

Saat ini, Wesley mengaku telah membangun sebuah perusahaan yang dinamakan Animi bersama Fandy, rekan sejawatnya yang memiliki keahlian dalam bidang desain visual. Selain masuk Start Surabaya, Wesley bersama rekannya itu pun saat ini sedang menggarap tender desain visual. Di antaranya pemesanan pembuatan animasi di videotron.

“Sekarang lagi musim videotron. Jadi sekarang selain di Start Surabaya, kami juga lagi mengerjakan beberapa project animasi pesanan perusahaan,” katanya.

Kepekaan Wesley dalam melihat peluang Start Surabaya untuk dijadikan sebagai momen mengasah keahlian ini juga dimanfaatkan oleh peserta lain. Bahkan, mereka berduyun-duyun berkonsultasi ketika salah satu dari kompetitor mereka sedang berkunjung di kantor Start Surabaya.

Seperti terlihat Senin siang, saat Brand Ambassador YouTube Dennis Adhiswara berkunjung di kantor Start Surabaya, para peserta tak canggung lagi untuk berkonsultasi tentang konsep dan desain video yang bagus kepada Dennis. Meski waktu itu, Dennis tidak sedang memiliki jadwal sebagai mentor, tapi Dennis bermurah hati melayani berbagai konsultasi. (bbi/wh)