amazon.jpg


Amazon Web Services (AWS) adalah penyedia 40 layanan remote computing berbasis cloud yang mencakup penyewaan tenaga komputasi, basis data, content delivery, serta storage.

Anak usaha yang berdiri terpisah dari raksasa e-commerce Amazon ini belakangan mulai melirik perusahaan-perusahaan rintisan Indonesia untuk ditarik agar menggunakan layanannya melalui program bernama AWS Activate yang khusus menyasar startup.

“Hal yang menarik dari Indonesia adalah di sini ada banyak pelaku startup, bisnis kecil, dan menengah. Program ini (AWS Activate) dirancang untuk membantu mereka,” kata Head of ASEAN AWS Richard Harshman dalam acara jumpa pers di Jakarta (15/4/2015).

AWS Activate menawarkan paket starter yang terbagi menjadi tiga kategori. Paket pertama yang berisi promo-promo khusus untuk layanan AWS ditujukan untuk startup pemula dan bisa diikuti secara bebas, sementara dua paket lainnya ditujukan untuk startup yang terafiliasi dengan akselerator, inkubator, pemodal ventura, atau organisasi lain.

Di Indonesia, AWS bekerjasama dengan sejumlah akselerator lokal, termasuk East Ventures dan Ideabox besutan salah satu operator telekomunikasi.

Dibandingkan membangun infrastruktur TI sendiri, Harshman mengatakan bahwa AWS menawarkan kelebihan untuk startup yang ingin menggelar layanannya dari segi efisiensi biaya dan kemudahan manajemen sumber daya.

“Anda bisa meluncurkan layanan di berbagai belahan dunia dengan cepat, cukup sambil duduk di Jakarta, Sulawesi, atau di mana pun Anda berada. Bisnis jadi lebih lincah bergerak,” imbuhnya.

Harshman mencontohkan Airbnb, perusahaan baru penyedia jasa sewa tempat tinggal yang disebutnya menggelar layanan lewat AWS dan mengurus 10 juta booking setiap hari. “Dengan jumlah booking sebesar itu, Anda tahu berapa staf TI yang mereka butuhkan? Cukup 5 orang saja!” kata dia.

Jasa AWS di Indonesia saat ini digunakan oleh sejumlah perusahaan digital yang bergerak di berbagai bidang, termasuk Kompas.com, Tribun News, Blibli, Traveloka, dan BerryBenka. (bbi/age)