sosis slider


Jangan pernah meremehkan usaha rumahan. Karena kini prospeknya sangat menjanjikan jika dikelola serius dan konsisten. Jerih payah Priyo Pahenggar bisa jadi buktinya. Pria 29 tahun tersebut sukses dengan usaha kulinernya yang dilabeli Sosis Surabaya.

Priyo mengawali usahanya dua tahun lalu. Ketika itu, ia berhasrat untuk meramaikan pasar makanan ringan. Meraup untung di tengah ketatnya kompetisi kuliner. Mulailah dia membuat makanan berbahan sosis. Tidak langsung berhasil, Priyo melakukan serangkaian uji coba. Mulai rasa sampai bentuknya. Dia juga menerima banyak masukan dari kolega dan kerabatnya.

Setelah menemukan racikan yang pas, Priyo pun melempar produknya ke pasar. Dari pertemanan sendiri sampai ke online. Dalam perjalanan waktu, Sosis Surabaya pun mulai diminati konsumen. Produk Priyo laku keras.

Kami punya beberapa jenis menu unggulan, di antaranya adalah risoles, pastel, dan lain sebagainya. Menu ini hadir dengan rasa berbeda, di antaranya adalah rasa ayam, rasa jamur, rasa tuna dan udang, ungkap dia saat wawancara.

Untuk dapat menikmati seporsi jajanan ini, ia menjualnya tidak kelewat mahal. Seporsi dibandrol Rp 8 ribu. Per paketnya berisi 5 potong. Dengan paket yang ini kami berharap agar para pelanggan dapat puas dalam menikmati jajanan yang kami produksi ini, jelas lulusan S2 Jurusan Administrasi Negara Universitas Airlangga itu.

 

12256789_1684602965086171_789597076_n

 

Tak berhenti disitu, Priyo terus melakukan perbaikan kualitas produk. Ini agar produknya makin diminati khalayak luas. Ia kemudiam membuat kemasan yang menarik dan elegan. Ia yakin dengan kemasan bagus produknya bisa dijadikan buah tangan atau oleh-oleh.

Karena bahan yang kami gunakan adalah bahan organik, maka produk kami tahan hingga 3 sampai 4 hari, tutur dia.

Dalam Acara Basha Market 2015 yang digelar di Grand City Surabaya 27-29 November 2015 lalu, stan Sosis Surabaya termasuk salah satu yang dibanjiri pengunjung. Pada event yang digelar tiga hari tersebut, Priyo mengaku mampu menjual sedikitnya 2.500 porsi.

Terkait pemasaran, Priyo mengatakan jika selama ini dirinya aktif menggunakan media sosial, seperti facebook, twitter dan instagram.

Dengan menggunakan media tersebut, kami kebanjiran pesanan saban harinya. Selain itu, pesanan juga banyak datang dari berbagai macam pihak, mulai dari perkantoran dan lain sebagainya. Kebanyakan pesanan juga datang dari luar kota, terangnya.

Selain menjual menu yang siap makan, Sosis Surabaya juga menjual pilihan menu yang belum diolah atau mentah. Jika pesanan datang dari luar kota atau luar pulau, kami memiliki menu yang belum matang. Ini karena waktu pengiriman yang dibutuhkan tidak terprediksi, makanya kami menyiasati seperti itu, imbuh Priyo yang juga lulusan Desain Grafis ITS Surabaya itu.

Untuk mengolah produk dari Sosis Surabaya, dia menjelaskan tidak butuh waktu dan proses yang sulit. Cukup tinggal digoreng dengan minyak mendidih selama 10-15 menit, produk kami siap dihidangkan. Jika para pelanggan ingin berimprovisasi, cukup tambahkan beberapa saus, seperti saus mayonese, saus pedas atau saus manis, tutur pria yang juga pehobi fotografi itu.

Saat ini, usaha yang telah ia rintis sejak semasa kuliah itu telah menyerap lima tenaga kerja. Kami terbantu oleh saudara-saudara dan teman-teman yang ingin membantu kami mulai dari proses hingga pemasaran, jelas dia.

Ke depan, dia bercita-cita ingin memajukan usahanya itu dengan membuat semacam franchise. Memang harapannya ke sana. Tapi saat ini, kami berkonsentrasi untuk menjaga mutu dan menambah produksi, pungkas dia. (bbi/age/wh)