kresnayana-yahya


Dengan nilai pertumbuhan perekonomian yang tumbuh sekitar 7 persen tiap tahunnya, Surabaya memiliki atmosfer investasi sangat bagus di wilayah Indonesia Timur.

Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult menjelaskan, yang harus diperhatikan Surabaya adalah untuk menampung migrasi ekonomi, khususnya dari beberapa daerah di sekitar Surabaya.

“Hal ini dapat terlihat dari naiknya permintaan dari sektor pergudangan, sektor perkantoran dan sektor akses transportasi kepelabuhanan di Surabaya,” papar dia dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (9/9/2016).

Ia merinci, untuk nilai investasi masyarakat sebesar Rp 1 triliun nantinya bakal menghasilkan nilai investasi sebesar Rp 2-3 triliun. Jika mengukur nilai anggaran pemerintah kota sekitar Rp 7,9 triliun, lewat investasi kita memiliki peluang lebih besar untuk menumbuhkan perekonomian Kota Surabaya.

Pakar Statistika ITS Surabaya itu menjelaskan, pembangunan infrastruktur di Surabaya ini juga menjadi stimulus positif bagi perkembangan perekonomian kota.

“Ketika akses Jalur Luar Lingkar Timur (JLLT) dan Jalur Luar Lingkar Barat (JLLB) telah selesai dibangun, maka sistem transportasi pengiriman jasa angkutan bakal menjadi tambah lancar. Hal itu bakal menjadi nilai positif bagi ketersediaan pasokan barang bagi wilayah Indonesia bagian timur, mengingat letak geografis Surabaya yang menghubungkan antara Indonesia bagian barat dan timur,” terangnya.

Dia menegaskan jika saat ini merupakan momen yang paling tepat bagi kita berinvestasi. Terlebih sebagai warga Kota Surabaya, kita harus dapat membaca peluang emas.

“Jika kita dapat membaca peluang dan mulai berinvestasi terlebih dahulu di Kota Surabaya, maka ketika sistem perekonomian nasional makin membaik, dan para pelaku usaha berlomba untuk berinvestasi, kita adalah orang yang paling siap menghadapinya,” pungkas Kresnayana. (bbi/wh sumber: enciety.co)