bannermasaku


Delihome (Masaku) Startup asal Surabaya yang memenangkan Startup Sprint berkesempatan mengunjungi Google dan Facebook di Silicon Valley, Amerika Serikat. Dua perusahaan raksasa tersebut memang memiliki formula canggih untuk terus berkembang. Andree Wijaya CEO Delihome (Masaku) mengatakan, bahwa salah satunya adalah soal culture dan nilai yang mereka tanamkan kepada karyawannya.

“Di Facebook, mereka menyebarkan nilai move fast and break things dimana setiap orang didorong untuk bergerak cepat sehingga bisa menghasilkan sesuatu dengan cepat sehingga bisa terus menghasilkan,” urai Andree.

Ia mengimbuhkan, selain hal tersebut, ketika ia dan timnya mengunjungi Google, mereka menemukan nilai yang baru dan harus ditiru oleh para pelaku startup yang ada di Indonesia.

“Di Google mereka menyebarkan nilai don’t be evil, dimana Google mengajarkan kepada karyawannya untuk tidak tamak pada keuntungan, melainkan fokus pada kebutuhan orang yang lebih banyak,” urainya lantas tersenyum.

Kata dia, kultur yang mereka bangun sangatlah kuat, hingga mengarahkan pada branding dan positioning yang baik bagi perusahaan. “Perusahaan startup di Indonesia, khususnya di Surabaya perlu memikirkan tentang fondasi kultur tersebut sejak awal jika ingin sukses seperti mereka,” tandas dia mengakhiri. (bbi/age, sumber: enciety.co)