hki


Sebagai perusahaan Konsultan Kekayaan Intelektual, BNL Patent merupakan nama yang tak asing bagi para pemain brand. Sudah tak terhitung berbagai merek yang sudah didaftarkan oleh perusahaan yang bermarkas di bilangan Ngagel, Surabaya ini. Tak hanya concern terhadap merek, BNL Patent, yang digawangi Benny Muliawan ini juga melakukan terobosan saat mendaftarkan e-filing di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Awalnya, saya iseng untuk mendaftarkan merek BNL via online dari Surabaya tanggal 27 Desember. Namun, sosialisasi dari Menteri Hukum dan HAM (terkait pendaftaran merek) baru dilakukan tanggal 29 Desember 2016. Pendaftaran tersebut juga membuat BNL Patent diakui sebagai perusahaan HKI pertama di Indonesia yang melakukan pendaftaran e-filling. Hal itu tercatat dalam Berita Resmi Merek ” katanya.

Benny mengungkapkan bahwa pendaftarane-filing DJKI mempunyai beberapa keunggulan yang dirasakannya sangat mempermudah perusahaannya. “Yang utama itu (biayanya) lebih murah dan tidak perlu input ulang di DJKI karena cukup sekali input saja. Selain itu, proses e-filling juga sangat menghemat waktu,” terangnya.

Berbicara tentang pekerjaan BNL Patent saat ini, Benny menjelaskan bahwa perusahaannya saat ini makin banyak kebanjiran proyek mulai dari merek, paten, desain industri dan hak cipta. Selain itu, katanya, BNL Patent juga melakukan inovasi layanan perpanjangan merek dalam waktu 15 menit. “Tapi sistemnya harus online. Disamping itu, kami juga melakukan pendaftaran merek internasional karena sebentar lagi Indonesia akan mengaplikasikan protokol madrid,” tuturnya.

Terkait merek yang sudah didaftarkan via BNL Patent, Benny mengakui ada beberapa nama besar yang mempercayakan jasa patent kepada perusahaannya. Salah satunya adalah ISG untuk produk emas batangan dengan internasional register 1322596 dan terdaftar di World Of Intelectual Property Organization (WIPO) Swiss. “Mata uangnya pun bukan Dolar Amerikan melainkan CHF, Swiss Frank,” ujarnya.

Secara pribadi, sosok Benny Muliawan juga kerap mendulang tinta emas. Namanya pernah masuk dalam Rekor Muri 2016 dengan klaim “Konsultan Hak Kekayaan Intelektual Indonesia Pertama sebagai Kuasa Sertifikat Merek melalui Mekanisme Protokol Madrid,” Selain itu, nama Benny juga pernah tertera sebaai salah satu dari 19 nama peraih Anugerah Kekayaan Intelektual dan WIPO Award untuk kategori “Pengguna Terbaik Aplikasi DARING Kekayaan Intelektual (Perpanjangan Merek Online Tahun 2016.” (bbi/age sumber bisnisupdate.com)