dendam


Bagaimana jika tiba-tiba kau menjadi satu-satunya tersangka pembunuhan pria dari masa lalumu? Juga mantan istri kekasihmu ditemukan tewas dengan kau bersimbah darah dari para korban? Adegan pembuka film ini mengantarkan kita pada banyak pertanyaan. Tapi, simpan dulu, dan biarkan Anda menjelajah di kilas balik kehidupan dua wanita, Tessa dan Julia.

Tessa (Katherine Heigl) kesulitan menerima kenyataan bahwa pernikahannya dengan David (Geoff Stults) telah berakhir. Apalagi David sudah menemukan pengganti dirinya, Julia Banks (Rosario Dawson) yang lucu, menyenangkan, dan tak kalah seksi. Setelah bertunangan, Julia bahkan diboyong tinggal bersama di rumah David bersama putri mereka, Lily.

Meski sudah bercerai lama, Tessa diam-diam masih menganggap ia dan David bisa kembali hidup bersama. Perlahan, ia menyusun strategi untuk merebut kembali ‘hidupnya yang sempurna’; David, suaminya yang gagah dan seksi dan Lily dari tangan Julia. Lewat serangkaian teror, dari ‘hilangnya’ cincin tunangan, hingga Lily yang sempat hilang di keramaian, Tessa menatap puas dari kejauhan saat Julia panik dengan kekacauan yang muncul dalam hidupnya.

Di sisi lain, Julia yang tampak bahagia dengan kehidupan barunya sebetulnya memiliki masa lalu yang kelam dan ia sembunyikan dari David. Ia punya kekasih yang suka melakukan kekerasan seksual dan inilah yang dijadikan senjata oleh Tessa untuk merusak kebahagiaannya. Setelah teror-teror kecil yang mirip perang urat saraf dan membuat David meragukan kesungguhan cinta Julia, datanglah teror yang sesungguhnya. Dengan bantuan media sosial, Tessa berhasil memancing mantan kekasih Julia untuk menagih ‘janji Julia’ untuk bercinta.

Setiap orang memiliki sisi gelapnya. Tessa, ternyata juga diliputi sejarah trauma di masa lalu yang membuatnya tak segan menyakiti orang lain. Saat remaja, Tessa tercatat membakar rumah ayahnya yang tinggal bersama istri barunya.

Film drama thriller ini merupakan debut produser senior Denise Di Novi (“Crazy, Stupid, Love,” “Focus”) menjadi sutradara. Ia berhasil membangun ketegangan, bahkan membuat sosok Tessa lebih mirip dengan sosok hantu yang melangkah dengan daster putih panjang.

Meski akhir kisah ini cukup mudah ditebak, ketegangan demi ketegangan yang disuguhkan akan membuat Anda bergidik ngeri. Jika Anda berniat menontonnya, banyak adegan kekerasan dan dialog untuk dewasa di dalam film ini. Jadi, pastikan Anda tidak mengajak si kecil. Kisah ini mengingatkan kita, saat hubungan kita dengan orang terkasih diuji, bahkan identitas diri kita dipertanyakan, mampukah kita bertahan?