Jonathan


Mencari pemasukan tidak perlu berpikir terlalu ribet. Cukup dengan menyalurkan hobi dan mengasah ketrampilan sudah dapat mendulang jutaan rupiah.

Itulah yang dilakukan Jonathan Chanutomo, caricature dan illustration asal Surabaya. Alumnus Desain Grafis di Universitas Ciputra Surabaya itu, mamou mmengembangkan bakat corat-coretnya yang diasal sejak SD.

“Ketika itu, saya suka menggambar. Menggambar apa saja yang saya anggap menarik. Mulai dari teman hingga guru saya di sekolah,” terangnya kepada enciety.co, Selasa (14/6/2016).

Setelah memahami bakat yang dia miliki, Jonathan mulai mengembangkan kemampuannya tersebut. Tepatnya, ketika dia memutuskan masuk Desain Grafis di Universitas Ciputra Surabaya 2011.

“Setelah saya menjadi mahasiswa, saya jadi lebih dapat banyak belajar dan berkembang dalam mengembangkan keakhlian saya menggambar kalikatur. Saya diajarkan bagaimana menghasilkan karya karikatur agar terlihat nyata. Selain itu, saya juga belajar memadupadankan warna agar karya saya terlihat apik,” urai Jonathan yang juga salah satu desainer Tatarupa Pahlawan Ekonomi tersebut.
Untuk membuat satu hasil karya karikatur, ia mengaku peling cepat membutuhkan waktu sekitar dua jam pengerjaan. Bergantung detail karya yang diinginkan.

“Jika yang order ingin di gambarkan kelihatan nyata, otomatis waktu yang dibutuhkan juga lebih banyak,” jelas dia.

Dia mengaku saat ini mampu menghasilkan pemasukan jutaan rupiah saban bulannya lewat hobinya tersebut. “Untuk satu buah karya karikatur yang saya hasilkan, saya bandrol dengan harga Rp 250 ribu, untuk yang couple harganya Rp 450 ribu. Jika karikaturnya banyak objek saya hargai per kepala Rp 200 ribu,” ujarnya, lantas tersenyum.

Saat ini, aku Jonathan, peminat karyanya kebanyakan dari anak-anak muda. Dalam sehari, rata-rata Jonathan mampu menghasilkan 3-5 karya karikatur.

“Mereka yang order karikatur sebagai hadiah ulang tahun, pernakahan dan digunakan sebagai buah tangan,” ungkapnya.

Untuk memasarkan hasil karyanya tersebut, Jonathan mengaku lebih banyak menggunakan media online dan media sosial. “Lewat Instagram, facebook dan twitter para pelanggan dapat langsung melihat contoh karya yang telah kami hasilkan. Lalu, para pelanggan juga dapat langsung berkonsultasi langsung seperti apa gambar kalikatur yang bakal mereka pesan nantinya,” pungkas dia. (bbi/wh)