Colliers International Indonesia mengatakan penggerak utama dari penyewa perkantoran Jakarta saat ini masih berasal dari e-commerce. Colliers mencatat ada transaksi besar sekitar 5.000 meter persegi di kawasan CBD Jakarta.

Direktur Office Sevices Colliers Sutrisno R. Soetarno mengatakan transaksi itu diperoleh dari dua perusahaan besar yang belum bisa disebutkan namanya. Dia mengatakan sulit untuk memprediksikan preferensi wilayah penyewa e-commerce saat ini. Dulunya dia memperkirakan mereka lebih suka berkantor di kawasan Jakarta Barat seperti Wisma 77, seperti yang dikenal dengan fenomena Slipicon Valley.

“Tapi sekarang mereka penyebarannya lebih merata di mana-mana, nggak hanya di Jakarta Barat,” katanya Rabu (4/4).

Selain e-commerce, operator coworking space juga menunjukkan pertumbuhan tingkat permintaan ruangan, termasuk didalamnya service office. Namun Colliers beranggapan sejatinya service office memberikan kepastian pendapatan dibandingkan co-working space.

Pasalnya, co-working space tidak bisa mengambil segmen pasar secara stabil. Sedangakan service office masih mampu mengambil tenant dari suatu perusahaan. Perusahaan yang sedang melakukan efisiensi pun cenderung lebih memilih service office.

Saat ini, kata dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan kinerja suatu perkantoran bisa membaik. Pertama, adanya suatu perusahaan dengan brand besar yang bisa menarik penyewa lebih besar. Artinya jika suatu perusahaan besar berjasil masuk menjadi penyewa utama, maka kemungkinan besar penyewa lain untuk memilih gedung itu juga jauh lebih besar.

Sedangkan untuk gedung relatif kosong, biasanya pengembang memberi diskon lebih banyak. (bbiage sumber: properti.bisnis.com)