aprtmnt


 

Proyek apartemen di koridor Margonda tak lagi hanya menyasar pasar sewa mahasiswa. Dalam beberapa tahun terakhir ini pasar properti di kawasan ini sudah mulai menyasar keluarga muda.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai daya tarik tinggi kota Depok bagi pengembang properti karena hadirnya infrastruktur jalan tol Cinere – Jagorawi (Cijago) dan Depok-Antasari (Desari) diprediksi mendorong pertumbuhan properti di Depok, Jawa Barat.

Hadirnya jalan tol yang saat ini tengah progress pembangunan berhasil mendongrak nilai tanah di kawasan ini sekitar 20 % setiap tahunnya. Kehadiran jalan tol di Depok membuat harga lahan di kawasan ini terdongkrak menjadi demikian tinggi terutama wilayah Margonda, jalan Juanda dan sekitarnya sehingga di koridor ini pembangunan harus vertikal, sedangkan untuk landed kini bergeser ke arah lebih jauh ke selatan, yakni Sawangan dan Bojonggede.

“Kalau pada era 2003 proyek apartemen di koridor Margonda hanya menyasar pasar sewa mahasiswa, maka dalam beberapa tahun terakhir ini pasar properti dikawasan ini sudah mulai menyasar keluarga muda,”katanya dikutip Minggu (8/4).

Di sisi lain, tidak memungkiri bahwa ceruk mahasiswa di kota ini tetap tinggi. Mengingat selama bulan April–Juli dalam setiap tahun, merupakan saat-saat yang sibuk bagi para calon mahasiswa, karena didalam rentang waktu ini, perguruan tinggi melakukan kegiatan penerimaan mahasiswa baru.

Kawasan Depok, Jawa Barat misalnya, dengan beberapa perguruan tinggi yang ada seperti Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, IISIP Jakarta dan lain-lain, dalam setiap tahunnya akan kedatangan sekitar 20.000 mahasiswa baru.

Pengamat Properti David Cornelis mengatakan potensi industri properti di Depok masih menjanjikan dengan banyaknya hunian dan Mall, seiring pembangunan beberapa infrastruktur, salah satunya jalan Tol yang akan membangkitkan kembali potensi properti Depok.

Menurut David, tren mahasiswa tinggal di apartemen mampu memberikan dorongan ke sektor properti. Konsep hunian vertikal bagi mahasiswa ini adalah salah satu bagian dari konsep smart city. Dengan menjaring setidaknya 5%–10% target market dari mahasiswa sudah baik. Trend ini memberi perspektif baru bagi pengembang untuk berkreasi dalam pembangunan properti. (bbi/age sumber: properti.bisnis.com)