vidi-cookies


okePahlawan Ekonomi Surabaya telah banyak melahirkan perempuan pelaku usaha yang mampu bertahan di tengah krisis. Selain berproduksi, mereka juga aktif menjaring pasar sekaligus mempromosikan produknya secara konvensional maupun di dunia digital.

Nur Hayati, owner Vidi Cookies, salah seorang perempuan pelaku usaha yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi, mampu memanfaatkan peluang itu. Lewat pruduk kue kering, ia bisa meraup jutaan rupiah saban minggunya dari media sosial (medsos).

Nur awalnya belum melirik untuk menggunakan medsos. Namun sering berjalannya waktu, ia sadar hal itu sangat penting untuk mendongkrak omzetnya. Beruntungnya, Pahlawan Ekonomi juga intensif menggear pelatihan internet marketing.

“Waktu saya ikuti di Kaza City. Saya belajar menggunakan media sosial. Membuat akun, memposting foto, dan membuat konten-konten unik,” katan Nur.

Pengetahuannya makin bertambah setelah ia juga ikut pelatihan bersama Facebook di Spazio. Di situ ia makin penasaran kekuatan medsos untuk memasarkan produknya.

Setelah membuat akun Facebook Fanpage, Nur lantas memposting beberapa produknya. Terutama produk-produk yang sudah di tata rupa. Tak butuh waktu lama, ada pembeli yang berminat. Singkat cerita, ia kirim pesanan hasil melalui jasa ekspedisi seteleh menerima transfer uang.

Nur makin menikmati menjual kue keringnya melalui facebook. “Saat ini, hampir 50 persen order datang dari facebook, sebagian dari WA.Akhir September lalu, saya dapat order dengan jumlah yang lumayan banyak dari Denpasar, Situbondo, dan Sulawesi,” paparnya.

Ketika ditanya omzet yang dia kumpulkan saban bulan, Nur mengaku rata-rata Rp 5 jutaan. “Jika Lebaran, Natalan dan Tahun Baru, saya mampu meraup omzet hingga Rp 25 jutaan,” ungkap Nur Hayati, lantas tersenyum. (bbi/age sumber wh/enciety.co)