upslide


1493633764Nama Warunk Upnormal melejit karena menyediakan menu Indomie dengan rasa dan topping kekinian. Nasi Goreng Mafia juga sempat heboh karena rasa nasi goreng rempahnya yang unik dan sangat pedas. Sedangkan Bakso Boedjangan yang datang belakangan menawarkan bakso dengan berbagai isian yang ‘tidak biasa’.

Di balik kehebohan setiap merek kuliner tersebut, ada sosok Rex Marindo, Direktur Marketing sekaligus salah satu founder Cita Rasa Prima (CRP) Group. CRP Group adalah perusahaan rintisan yang menaungi beberapa merek usaha kuliner. Debut pertama CRP Group dimulai sejak tahun 2013.

Sebelum mendirikan CRP Group, Rex dan enam pendiri lainnya tergabung dalam perusahaan konsultan marketing dan branding yang sama. Kemudian, mereka sepakat untuk menutup usaha tersebut dan banting setir berbisnis kuliner. “Selama ini kami memberikan masukan untuk bisnis orang lain. Kami berpikir, mengapa enggak kami pakai ilmunya untuk bisnis sendiri? Akhirnya kami memilih bidang bisnis kuliner karena kami hobi kuliner,” ungkap Rex.

Setelah mereka bertujuh sepakat, pria asal Palembang tersebut mendirikan Nasi Goreng Rempah Mafia di Bandung, tahun 2013. Dengan modal Rp 100 juta, mereka nekat meninggalkan bisnis konsultan dan banting setir menjadi tukang nasi goreng. “Waktu itu pikiran kami sederhana. Makanan apa yang pasti orang Indonesia makan. Yang terlintas pertama kali ya nasi goreng,” kata Rex.

Dalam waktu singkat, Nasi Goreng Rempah Mafia memiliki 28 cabang. Tahun 2014, CRP Group mendirikan Bakso Boedjangan dan sukses membuka 25 cabang. Setahun kemudian, mereka mendirikan Warunk Upnormal yang booming.

up

Rex mengatakan, kini CRP Group telah memiliki enam merek bisnis kuliner dengan 115 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. “Gerai yang paling banyak ada di Warunk Upnormal. Sekitar 70% lah dari 115 gerai itu Upnormal. Selebihnya ya punya lima merek lainnya,” ujarnya. Sejumlah merek juga masih mereka pegang sendiri alias tidak pakai sistem kemitraan.

Strategi kembangkan bisnis ala Rex Marindo CS

Di balik kesuksesan CRP Group membesarkan enam brand kuliner miliknya, termasuk Warunk Upnormal, Bakso Boedjangan dan Nasi Goreng Mafia, pasti ada strategi khusus yang dilakukan. Rex Marindo, Direktur Marketing sekaligus salah satu founder CRP Group menjelaskan hal pertama yang harus dipikirkan adalah menentukan jenis makanan untuk target pasar dan arah branding.

Mereka sengaja memilih sajian yang citarasanya sudah akrab dan disukai masyarakat. “Sekarang siapa yang tidak suka nasi goreng, bakso dan indomie?” tanya pria kelahiran 1980 ini.

Pilihan menu yang dikenal pasar akan mempermudah pelaku usaha berpromosi. “Karena makanannya sudah akrab di masyarakat, kami tidak perlu susah payah mengedukasi pasar tentang apa yang kami jual,” katanya.

Strategi selanjutnya adalah inovasi dan modifikasi. Menurutnya, dalam bisnis kuliner kedua hal tersebut penting untuk memberi ciri khas. Misal, Warunk Upnormal selama ini dikenal sebagai pelopor warung makan indomie (Warmindo) kekinian. Berbagai racikan bumbu dan topping indomie yang disajikan di Warunk Upnormal berbeda dari Warmindo biasanya.

Pria berkulit putih ini menjelaskan pentingnya pemilihan lokasi usaha untuk mendapatkan pasar dan tentu berpengaruh pada proses branding. Rex bilang, saat pertama kali membuka Nasi Goreng Rempah Mafia, 60% modal awal digunakan untuk sewa tempat. “Lokasi usaha jelas harus pilih yang strategis. Pilih lokasi yang pasarnya pasti dan jelas. Misal lokasi gerai di sebelah kampus atau sekolah,” paparnya.

Menurut Rex, lokasi yang tepat dan strategis dapat memudahkan pelaku usaha untuk membentuk siapa target pasar bisnisnya. Tidak perlu banyak usaha yang dikeluarkan untuk mendapatkan pasar. Secara otomatis, lokasi yang strategis mampu menarik pasar dengan sendirinya.

Lalu, kalau sudah dapat lokasi yang strategis, pastikan lokasi itu bisa digunakan test market juga jika suatu saat mengeluarkan brand baru. “Kami sendiri punya beberapa lokasi yang dijadikan test market untuk brand baru, di Jakarta misalnya, kami selalu test market di daerah Kemang,” jelas Rex.

Selektif memilih mitra dan bermimpi tembus Asia

Sebagai konsultan marketing, para founder CRP Group ini tentu peduli pada branding. Oleh karena itu, mereka sangat selektif memilih mitra.

Direktur Marketing sekaligus salah satu founder CRP Group, Rex Marindo mengambil keputusan tersebut berdasarkan pengalaman. Mereka pernah berhadapan dengan mitra yang tak berkomitmen, sehingga gerai tak terkelola dengan baik. “Tujuan kami bikin bisnis ini kan untuk membangun branding. Kalau ada gerai yang tidak sesuai standar, ujung-ujungnya brand kami juga yang dirugikan,” jelas Rex.

Selain harus bertemu langsung dan berdiskusi, Rex juga menelusuri rekam jejak dan kondisi finansial calon mitra. Prioritasnya, calon mitra sudah punya bisnis sebelumnya.

Saat ini dari total 115 gerai CRP Group, sebanyak 70% dikelola oleh pusat dan 30% lainnya dikelola oleh mitra. “Sekarang yang kami buka kemitraannya hanya Warunk Upnormal, Upnormal Coffee Roaster dan Bakso Boedjangan,” ujar Rex.

Untuk memastikan setiap brand terkelola dengan rapi, sistematis dan bisa mencapai target, pria 36 tahun ini mengangkat satu manajer untuk setiap brand. Manajer di tiap brand itulah yang bertanggungjawab sepenuhnya terhadap operasional, inovasi, sekaligus mencapai target yang ditetapkan.

Di luar pengelolaan, CRP Group bercita-cita, suatu saat salah satu brand ini bisa menembus pasar internasional. Saat ini Rex tengah membangun koneksi dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai upaya menembus pasar dunia. “Kami minta mentoring dengan Bekraf, bagaimana caranya ekspansi ke luar negeri, minimal se-Asia,” ujar Rex. Dia mengaku membutuhkan sosok dengan pikiran global dan pengalaman luas sebagai manajer global untuk membawa CRP Group ke luar negeri.

Rex tak menampik jika persaingan bisnis kuliner di tanah air makin ketat. Namun pemilik gerai Warunk Upnormal, Bakso Boedjangan maupun Nasi Goreng Rempah Mafia ini optimis bisnisnya bisa terus berkembang. Ia pun menambahan, dalam waktu dekat Warunk Upnormal Dan Upnormal Coffee Roaster juga berencana menjajal konsep foodtruck untuk kian mengembangkan pasarnya.(bbi/age sumber kontan.co.id)