1


Setelah sekian lama hadir di Bandung dan bahkan udah ngerambah Jakarta juga, Bakso Boedjangan emang kini udah hadir di berbagai kota seperti Cimahi (ah ini sih tetangganya Bandung), Sumedang (sama aja, yang ini pasti ngincer mahasiswa nih), dan Garut. Sepertinya sih udah tinggal menunggu waktu aja sampe dia merambah kota-kota lain di pulau Jawa atau bahkan sampe ke luar pulau. Makanya, rasanya saya ga boleh ketinggalan nih, mesti nyobain dan ngasih review juga.

2

Di Bandung sendiri, kota asalnya, Bakso Boedjangan udah punya lebih dari 10 cabang. Perkembangannya emang pesat banget, nyaris di semua lokasi ramainya sama. Interior ruangan kedainya yang berada di Jalan Dipati Ukur pun menurut saya oke punya, memanfaatkan dinding bata yang ga diplester, lalu diberi hiasan di sana-sini yang semakin mempercantik penampilannya. Tapi tentunya orang yang dateng ke sini bukan mau makan tembok kan, mereka mau makan baksonya yang katanya sih emang enak.

7

Bakso Boedjangan mengusung tagline “Uratnya Nyoss, Pedesnya Joss, Kejunya Cosss” sehingga kalo kamu ke sini, tentunya wajib mencoba salah satu bakso mereka, entah Bakso Super Urat, Bakso Super Pedas, atau Bakso Super Keju. Tentunya kalo mau jenis bakso lain pun mereka punya. Kalo memperhatikan desain nama-desain menu, tidak bisa tidak saya teringat dengan warung lain yang perkembangannya sama pesatnya, Warunk Upnormal. Hmm, sepertinya pemiliknya sama nih. Oiya, kadang mereka juga ada promo-promo yang bisa kamu cek di Instagram Bakso Boedjangan sebelum merencanakan buat dateng ke salah satu cabang mereka.

3

Kata Nanda yang ikut makan ama saya, es duriannya enak. Nanda emang sering sekali jadi referensi saya dalam memesan sesuatu. Tapi seringnya sih bukan karena udah nyobain melainkan dapet info dari temen-temennya yang kayaknya emang tukang makan. Ah, lagian bukan orang Bandung kalo ga doyan makan. Es durian yang kita pesen dateng paling pertama. Pas dicobain, wow, ga ada bijinya nih, mantep! Durian yang dipake pun durian pilihan sehingga rasanya manis. Udah gitu dapetnya banyak pula. Karena ga lama kemudian baksonya dateng, kita pun beralih ke makan bakso.

6

Bakso Super Mozzarella berisi satu bakso gede yang berisi keju mozzarella. Selain si bakso keju, masih ada juga beberapa bakso yang lebih kecil (ga ada isinya), campuran mie dan bihun, serta tetelan daging sapi. Kalo di gambar kesannya emang ada dua bakso gede sih, padahal emang itu satu bakso yang dibagi dua. Iya iya, salah sayaaa. Tapi untung ukuran bakso isi kejunya gede. Pas dibelah, kejunya ternyata cukup lumer dan langsung luber ke kuah dan membuat kuahnya jadi asin keju. Pas di potongan kesekian, kejunya udah abis semua hilang ke kuah. Hmm, mestinya kejunya dibuat agak lebih kental lagi biar ga luber. Tapi dari segi rasa sih emang oke banget. Baksonya sendiri warnanya masih kemerahan, memunculkan kesan fresh. Dan kalo istilahnya di steak sih bisa dibilang “medium cooked”. Mungkin ada yang ga suka tipe bakso kayak begini, so, saya sih cuma ngasih tau aja.

5

Biar ga semuanya bakso kuah, saya mencoba menjajal nasinya. Pilihan jatuh pada Nasi Bakso Saos Telor Asin karena saya suka banget makanan-makanan yang dikasih saos telor asin karena jadi terasa banget gurihnya. Seperti namanya, hidangan ini sebenernya simpel banget. Bakso-bakso kecil yang udah digoreng lalu dihidangkan di atas nasi anget lalu disiram oleh saus telor asin dan juga bawang goreng ala mang-mang bakso yang katanya sih sebenernya pake nangka dan bukan bener-bener bawang goreng (tapi saya suka banget tipe bawang goreng ini). Walau emang enak, tapi entah kenapa pada suapan-suapan akhir jadi berasa bosen. Hmm, tampaknya Hukum Gossen 1 tentang tingkat kepuasan yang semakin berkurang mulai bekerja.

Bakso Boedjangan kini enggak sendirian. Dia udah 18 Cabang di Indonesia dalam 1 tahun dan terus berkembang dan terus berkembang menjad 100 cabang di tahun 2017.

4

Anda ingin ‘melamar’ menjalin kemitraan dengan Bakso Boedjangan? Berikut ini sebagian penawaran kemitraan dari Bakso Boedjangan.

Bagaimana Kami Mendukung Anda

Ketertarikan Anda untuk bermitra, adalah hal yang kami anggap serius. PT. Citarasa Prima Indonesia Berjaya yang pada tahun 2013 hanya memiliki 1 brand dan kini telah memiliki 74 cabang dari empat brand terkemuka, siap berbagi visi dengan Anda. Dengan team yang professional dan solid, PT. Citarasa Prima Indonesia Berjaya akan dengan senang hati membantu membangun impian Anda membangun bisnis sendiri. Bersama kita akan membawa makanan lokal Indonesia ke pentas kuliner internasional.

Tempat di Hati Masyarakat Indonesia
CRP memiliki brand-brand yang sudah diakui Indonesia, memberikan alasan kuat bagi Anda bermitra bersama kami. Dengan menyajikan makanan-makanan favorit Indonesia, menjadikan bisnis ini memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Bagaimana rasanya berada di hati banyak orang? Yang dapat kami katakan adalah masa depan bisnis yang kita jalankan akan meyakinkan.

Profesionalitas Dalam Waktu Singkat
Orang-orang mulai bertanya, bagaimana bisa mendirikan 74 cabang dalam kurun waktu yang sesingkat itu? Karena usia tidak mencerminkan bagaimana profesionalitas yang PT. Citarasa Prima Indonesia Berjaya miliki, itu jawabannya! PT. Citarasa Prima Indonesia Berjaya berusaha untuk terus menjaga sistem bisnis yang terintegrasi, sehingga keuntungan ada di kedua belah pihak. Tim PT. Citarasa Prima Indonesia Berjaya yang solid juga mengumpulkan dan menyajikan data bisnis yang akurat.

Selalu Memenuhi Kebutuhan
Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia, tapi makanan seperti apa yang dinginkan oleh pasar? PT. Citarasa Prima Indonesia Berjaya dengan brand-brand yang kuat terus berusaha untuk memenuhi keinginan, bahkan berusaha untuk selalu memenuhi kebutuhan pasar.

Komitmen membantu mitra dalam membangun bisnis dan penjualan melalui kegiatan promosi yang terarah dan terpusat serta dikombinasi dengan kegiatan lokal.

TOTAL INVESTASI 2-3 M
BEP 1,5-2,5 TAHUN

Berminat? Segera klik untuk melihat lebih dekat di laman Bakso Boedjangan.  (bbi/age dari berbagai sumber)