1


Kelinci ku… kelinci ku… Kau manis sekali.

Itulah sepenggal lagu yang akrab di telinga kita semasa kecil dulu. Nah, pernahkah Anda memelihara kelinci? Ternyata, kelinci juga dapat dijadikan sebagai ladang emas. Caranya adalah dengan beternak kelinci pedaging atau kelinci potong.

Mungkin, Anda baru mendengar tentang bisnis menggiurkan ini, tetapi bisnis ini memang benar adanya. Nah, bila Anda tertarik berikut contoh analisis usaha kelinci potong yang dilansir dari buku Pengangguran Kaya Raya milik Wildan Fatoni terbitan 2016:

1. Modal Investasi Awal

a. Kandang dan perlengkapannya Rp 5.000.000,00

b. Indukan kelinci jenis australi dan flemish giant) 50 ekor x @Rp150.000,00 Rp 7.500.000,00

Total Rp12.500.000,00

2. Biaya Operasional Bulanan

a. Pakan Rp10.000,00/hari x 30 hari x 12 bulan Rp3.650.000,00

b. Obat-obatan dan vitamin Rp200.000

Total Rp3.850.000,00

3. Asumsi Pendapatan per Bulan

a. Pendapatan

1) 40 induk betina x 6 anak kelinci x 4 masa panen tahun 960 ekor x Rp75.000,00 = Rp72.000.000,00

2) 500 induk afkir @ Rp100.000 = Rp5.000.000,00

Total Rp72.000.000,00 + Rp5.000.000,00 = Rp77.000.000,00

b. Keuntungan

pendapatan – biaya operasional bulanan =Rp77.000.000,00 – Rp3.850.000,00

= Rp73.150.000,00

Catatan: analisis ini mengasumsikan 50 ekor kelinci dengan rincian 40 betina dan 10 jantan. Dari 40 betina dihasilkan rata-rata 6 ekor anak kelinci (4-12 ekor/kelahiran). Dalam satu tahun, masa panen bisa dilakukan 4 kali dengan masa kehamilan 28-35 hari dan masa sapih 2 bulan. Masa pembesaran 4 bulan untuk calon induk siap kawin. Harga kelinci untuk calon induk umur 3 atau 4 bulan Rp75.000 per ekor. (bbi/age sumber economy.okezone.com)