WhatsApp Image 2019-01-21 at 16.20.13


Memasuki musim kampanye pemilu yang sebentar lagi digelar, telah dilakukan debat Capres dan wakil cawapres beberapa hari yang lalu. Pasangan cawappres no 2 mengatakan, bahwa salah satu visi dan misi nya adalah menaikkan Tax Ratio sebesar 16%. Sontak hal itu membuat banyak masyarakat yang pro dan kontra. Kebijakan ini, apabila dibuat dan diterapkan akan memberikan dampak yang besar bagi Indonesia. Mengingat ketika dipimpin Susilo Bambanng Yuduyono Tax ratio naik sebesar 13,7%,sedangkan masa kepemimpinan Jokowi Tax Ratio semakin rendah. Pasangan calon nomoer 2 yaitu Prabowo dan Sandi mengakui untuk melakukan hal ini tidak mudah.

Juru bicara paslon 2 yaitu Dradjad,mengungkapkan bahwa secara logika Kurva Laffer ini memungkinkan peningkatan basis dan tax ratio Indonesia. Terdapat lima alasan yang dianggap Dradjad logis sehingga pihaknya memilih Kurva Laffer untuk meningkatkan basis dan tax ratio Indonesia.

Pertama, salah satu penyebab rendahnya basis pajak karena maraknya profit shifting (pemindahan keuntungan) oleh perusahaan ke negara, dengan tarif pajak yang jauh lebih rendah dari Indonesia.

Kedua, saat ini tarif pajak terlalu tinggi, sehingga para wajib pajak lebih senang ber-KKN dengan aparat pajak maupun hakim pengadilan pajak. Biaya menyogok mereka jauh lebih murah dibanding membayar pajak dengan benar.

Ketiga, melalui tarif yang rendah, kampanye kesadaran pajak bisa lebih efektif. Demikian juga dengan penegakan aturan perpajakan.

Keempat, tarif pajak saat ini relatif kurang kompetitif, jika dibandingkan dengan negara tetangga. Drajad mengatakan kalau tarif pajak negara tetangga lebih rendah tapi rasio pajaknya lebih besar dari Indonesia.

Kelima, penurunan tarif pajak yang optimal dapat memicu pertumbuhan penerimaan menjadi 6% atau lebih; “Jadi kue yang bisa dipajaki melalui PPh, PPN, pajak perdagangan, PBB, bea dan cukai akan membesar jauh lebih cepat.

Drajad mengatakan memang banyak sekali pekerjaan rumah yang dilakukan, namun apabila itu rutin dan terlaksana aka meingkatkan tax ratio dan APBN yang kokoh.