TAX FOREX


Jika Anda seorang foreign exchange (forex) trader, penting untuk Anda ketahui bagaimana tata cara pembayaran pajak dan perhitungan yang berlaku di Indonesia. Simak studi kasus dan tips berikut secara lengkap!

Bagaimana Cara Menghitung Pajak Penghasilan Forex Trader?

Banyak pemain forex yang bertanya kepada saya tentang sistem pelaporan PPh forex, terutama pada pelaporan SPT tahunan.

Ada beberapa alasan mengapa hal ini menjadi sulit, pertama adalah karena pekerjaan ini bukan pekerjaan yang sering kita jumpai, baik secara langsung, online ataupun televisi.

Kedua, pekerjaan ini memiliki risiko yang cukup besar, di mana tidak ada kepastian tentang penghasilan setiap bulannya.

Dan yang ketiga, studi kasusnya sedikit. Terlebih, tidak ada banyak contoh perhitungan di mana penghasilan forex menjadi satu-satunya penghasilan selama 1 tahun pajak.

Undang-undang Perpajakan di Indonesia

Lalu, apakah forex trader harus membayar pajak? Berikut pembahasannya.

Hukum yang berlaku menurut pada Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2008 di mana penghasilan melalui selisih kurs mata uang asing disebutkan sebanyak dua kali, salah satunya dalam pasal 4 ayat 1:

“Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk:”

Dan huruf l yang berbunyi “keuntungan selisih kurs mata uang asing”, sehingga perhitungan pajak mengikuti pasal 17 UU PPh yang sama, di mana:

pajak

Nantinya, penghasilan yang didapatkan dari selisih kurs mata uang dikurangkan dengan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) sebesar Rp4.500.000 per bulan atau Rp54.000.000 per tahun. Akan lebih saya jelaskan lewat contoh di bawah.

Contoh Perhitungan PPh 21

Saya memiliki modal sebesar Rp50.000.000 di awal tahun dan mulai melakukan banyak transaksi jual beli, setelah setahun modalnya tumbuh menjadi Rp250.000.000 di tempat saya transaksi. Lalu, berapa pajak yang harus dibayarkan pada negara saat saya ingin withdraw (WD) ke salah satu bank lokal di Indonesia?

Jawabannya, kita hitung dulu neto atau penghasilan bersih dari usaha tersebut. Cara menghitung neto yakni Rp250 juta dikurang dengan modal sebesar Rp50 juta, maka didapat neto sebesar Rp200.000.000.

Kemudian, kita kurangkan dengan penghasilan tidak kena pajak (PTKP K/0) sebesar Rp58,5 juta setahun untuk Wajib Pajak yang sudah menikah. Jadi, Penghasilan Kena Pajak adalah Rp200 juta dikurang 58,5 juta, kita dapat PKP sebesar Rp141,5 juta.

Nah, sekarang tinggal runutkan pada tabel awal, untuk penghasilan antara Rp50 juta dan Rp250 juta, tarif pajaknya sebesar 15%. Maka, Rp141.500.000 x 15% = Rp21.225.000.

Sistem Pelaporan Pajak Online

Runutan acara untuk dapat memiliki akses e-filing adalah pertama-tama, Anda harus datang ke cabang kantor pelayanan pajak terdekat dan meminta form pengajuan EFIN kepada petugas. Jangan lupa untuk membawa lampiran fotokopi KTP dan NPWP masing-masing sebanyak satu lembar.

Ambil nomor antrean dan tunggu sampai Anda dipanggil. Saya sendiri datang di pagi hari dan hanya perlu menunggu selama 10 menit sampai semua proses selesai.

Setelah sampai ke rumah atau kantor Anda, buka komputer, dan kunjungi halaman registrasi untuk mendaftarkan Nomor Pokok Wajib Pajak dan EFIN Anda ke sistem. Kemudian tunggu email verifikasi ke email yang terdaftar.

Anda dapat melakukan pelaporan lewat DJP Online sedangkan membayar lewat Surat Setoran Elektronik (SSE) yang bisa diakses di sini.

Yang perlu Anda ketahui dalam pelaporan SPT tahunan adalah untuk mengisi penghasilan dari forex trading sebagai penghasilan lainnya. Form tahunan yang diisi pun adalah form 1770 – III.

Semoga ulasan saya dapat membantu banyak forex trader lainnya untuk menuntaskan kewajibannya dalam pembayaran pajak. Terima kasih. (bbi/age sumber: finansialku.com)

 

KLIK TO TRADE