sdgfgh


Bursa Eropa ditutup terkoreksi pada perdagangan Rabu (18/7/2019) waktu setempat. Hal itu disebabkan oleh memanasnya kembali perang dagang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Indeks Pan-European Stoxx 600 diperdagangkan turun 0,36%, dengan saham minyak dan gas anjlok hampir 2%. Akan tetapi saham makanan dan minuman naik tipis 0,5%.

7810a442-85f4-4f86-8b14-6e0835a00e2f_169

Foto: Frankfurt Stock Exchange (DAX) (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Fokus pasar pada kebanyakan dipengaruhi perkembangan perang dagang AS-China. Presiden AS Donald Trump, Selasa, mengatakan bahwa AS dan China “masih memiliki jalan yang panjang” dalam memperbaiki hubungan perdagangan kedua ekonomi terbesar di dunia itu.

Mengutip CNBC International, Trump juga mengatakan AS dapat mengenakan tarif impor tambahan senilai US$ 325 miliar pada barang-barang China. Pernyataan Trump itu dikeluarkan setelah kedua negara sepakat untuk kembali melanjutkan pembicaraan dagang.

Selain perang dagang, sentimen investor di Eropa juga dipengaruhi oleh kemungkinan membaiknya inflasi di zona euro. Inflasi diperkirakan akan naik, namun masih kurang dari target Bank Sentral Eropa (ECB). Hal ini menutup harapan bahwa ECB akan melonggarkan kebijakan moneter.

Pada Rabu, rilis data menunjukkan inflasi zona euro secara year-on-year untuk Juni naik 1,3% lebih tinggi dari perkiraan. Namun di bawah target ECB yang sedikit di bawah 2%.

So,  apasih yang harus kita lakukan ? Peluang trading apa aja sih yang bisa membuat kita profit dari adanya perang dagang alias TradeWar ini ? Silahkan datang aja!  Tiap Selasa jam 13.00 – 20.00 WIB, Peggi David mengadakan Mentoring dan Real Live Trading di Surabaya. Nongkrong dan ngopi sambil profit rasanya jauh lebih nikmat. Asyik, khan?

Cara daftarnya mudah aja. Pertama, silahkan Anda daftar Demo Akun Trading disini agar bisa ikut Trading Bareng. Kedua, daftar acaranya melalui WhatsApp atau SMS dengan format sbb:

Kedua, daftar melalui WhatsApp atau SMS dengan format sbb:

  • Ketik: Nama_Email_LTC
  • Kirim: 0878.345.345.25

 

(bbi/asp:CNBC Indonesia)