jalantunjungan.jpg


“Rek ayo rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan….” petikan lagu lama dari Surabaya yang berisikan ajakan untuk jalan-jalan di jalan Tunjungan ini nampaknya kini akan bisa diwujudkan lagi. Ini berkaitan dengan adanya rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengembalikan kejayaan Jalan Tunjungan maupun Gedung Siola.

Devie, Salah satu dosen Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya, menyarankan agar Jalan Tunjungan menjadi pusat belanja di Surabaya. Ia menyarankan agar lokasi wisata belanja di Surabaya ditempatkan di satu pusat wilayah tertentu, seperti Jalan Tunjungan.

Selain itu, terang dia, jika ingin berkembang pesat, wisata belanja di Surabaya harus bisa membuat para wisatawan ketagihan mengunjunginya.

“Mari kita jadikan lokasi wisata belanja di Surabaya menjadi terpusat. Misalnya di Jalan Tunjungan, disitu, dari lokasi ke lokasi lainnya harus bisa ada aksesnya dan nyambung. Selain itu, buatlah bagaimana orang datang ke Surabaya bisa membuat seluruh panca inderanya puas,” tuturnya seperti dikutip enciety.co, Sabtu (11/4/2015).

Di samping memusatkan lokasi perbelanjaan, para stakeholder seperti Pemerintah Kota dan para pengusaha mesti berpikir bersama menciptakan kreativitas yang tinggi.

“Mulai dari fashion, kerajinan, dan jasa harus dibuat sekreatif mungkin untuk menarik minat pengunjung agar datang ke Surabaya,” imbuhnya.

Jika hal semacam ini sudah berjalan dengan baik, maka hampir bisa dipastikan efek dari wisata belanja di Surabaya juga akan merambat ke berbagai sektor lainnya.

“Selain memacu ekonomi tentunya, dari sisi lain, seperti akomodasi, transportasi, dan pendidikan juga akan terkena dampak positif dari wisata belanja ini,” terang dia.

Seperti diketahui, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berencana untuk mengembalikan jalan Tunjungan dan Siola menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pada 1 Mei mendatang, selain memboyong tiga kantor Dinas di Siola, Pemkot juga berencana untuk meresmikan Museum Kota Surabaya, dan Siola sebagai pusat berkesenian dan tempat jualan produk UMKM. (bbi/wh)