otak


Permainan mengasah otak memang dipercaya mampu meningkatkan kemampuan kognitif. Permainan semacam ini akan menguji kemampuan otak dalam hal kecepatan dan perhatian. Banyak perusahaan yang mengembangkan game mengasah otak ini mengklaim bahwa permainan yang mereka ciptakan mampu meningkatkan daya ingat, kemampuan kognitif, fleksibilitas, dan dalam menyelesaikan masalah.

Mungkin memang benar permainan asah otak bisa memperbaiki kualitas-kualitas tersebut, namun menurut sebuah riset, komponen-komponen kecerdasan, seperti kemampuan dalam menyelesaikan masalah tidak akan meningkat hanya karena sering bermain permainan asah otak saja.

otak 1

Menurut Randall Engle, seorang pimpinan studi yang berasal Georgia Institute of Technology mengungkapkan, di saat ini sangat sulit menghabiskan waktu menyusuri dunia maya tanpa melihat iklan yang menyatakan mampu memperbaiki konsentrasi, melatih, dan mampu meningkatkan IQ.

Randall bersama dengan timnya menemukan bahwa walaupun kapasitas fluid intelligence dan kapasitas memori berhubungan, namun hal ini tidak ada hubungannya (berlaku sama) dengan permainan yang mengasah otak. Permainan tersebut hanya mampu meningkatkan kapasitas memori  dan tidak akan meningkatkan fluid intelligence. Ide awal dari sebuah permainan asah otak adalah permainan ini akan mampu meningkatkan kapasitas memori sekaligus dengan fluid intelligence.

otak 2

Kapasitas memori (working memori capacity) merupakan kemampuan otak dalam mengingat kembali hal-hal yang terjadi masa lalu. Sedangkan fluid intelligence merupakan kemampuan kita untuk mengungkapkan alasan, menjalin hubungan, dan menyelesaikan sebuah masalah.

Penelitian tersebut melibatkan 55 mahasiwa yang berperan sebagai responden. Mereka menjalani penelitian dan pelatihan kemampuan otak ini selama 20 hari. Mereka akan mendapat bayaran untuk setiap kemampuan yang membaik selama penelitian.

Responden tersebut dibagi menjadi 3 kelompok yang didasarkan pada kesulitan pelatihan dalam penelitian. Kelompok pertama akan menyelesaikan sebuah tugas kompleks dalam waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Tugas tersebut mengukur kemampuan kapasitas memori responden. Kelompok kedua akan melakukan sebuah tugas rentang sederhana yang mewajibkan responden untuk mengingat lokasi sesaat setelah ditunjukkan. Dan kelompok terakhir akan melakukan tugas pencarian tugas secara visual.

otak 3

Responden juga diuji kemampuan fluid intelligence dan kapasitas memori, sebelum dan sesudah penelitian selama 20 hari tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hanya sebagian dari responden di kelompok pertama yang meningkat kapasitas memorinya dan bisa menyelesaikan tugas yang diberikan. Dan walaupun kapasitas memori meningkat, fluid intelligence responden tidak ada peningkatan sama sekali.

Lantas, apa manfaat permainan asah otak jika tidak mampu membuat kita pintar? Menurut Tyler Harrison, seorang peneliti yang berasal dari Georgia Institute, permainan ini bermanfaat untuk seseorang yang ingin melakukan beberapa tugas dalam satu waktu atau ingin lebih cepat ketika beralih ke tugas berikutnya. Contohnya, menyetir sambil berbicara di telepon genggam, mengasuh anak sambil memasak, dan masih banyak lagi. (bbi/aye)

 

 

C.4.3

Ingin trading dapat Rewards Voucher MAP, Travelloka hingga mobil Mercedes Benz serta rebate 11 USD per  1 lot dengan komisi hanya 1 USD per 1 lot nya? Daftar disini! Informasi Agung 0878.555.848.20