86


Semakin bertambahnya jumlah orang yang positif tertular virus corona terbaru yakni COVID-19 di Tiongkok, membuat pasien HIV di negara itu merasa khawatir. Obat yang biasa mereka konsumsi kini dipakai juga untuk mengobati pasien virus corona.

Pemerintah Tiongkok berusaha untuk membendung penyebaran virus corona tersebut. Mereka memberikan obat yang biasa diberikan untuk pasien HIV kepada pasien COVID-19. COVID-19 telah menelan lebih dari 2.000 korban dan menginfeksi lebih dari 74.000 orang di Tiongkok.

1. Obat yang digunakan pasien HIV bisa digunakan untuk pasien COVID-19

87
Meski belum ada uji klinis, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok memberikan pernyataan bahwa obat HIV lopinavir/ritonavir dapat juga dicoba untuk mengobati pasien COVID-19, dilansir dari Antara. Hal itulah yang memicu banyaknya pembelian obat-obatan seperti Kaletra, atau yang dikenal sebagai Aluvia, yang dalam nama patennya disebut lopinavir/ritonavir dari AbbVie.

Seorang pegiat AIDS yang menderita HIV mengatakan kepada Reuters bahwa ia telah membuat grup chat bagi lebih dari 100 orang pasien HIV yang berasal dari Hubei, pusat wabah virus corona. Dari situlah ia membantu membagikan pasokan obat-obatan yang kian terbatas itu.

2. Pasien HIV di Tiongkok harus berbagi obat dengan pasien COVID-19

85

Berdasarkan hasil survei dari United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS), lebih dari 1.000 orang yang menderita HIV di Tiongkok sangat terganggu dengan adanya virus corona baru ini. Virus mematikan tersebut sangat berdampak pada kehidupan mereka karena orang yang positif COVID-19 kini mengonsumsi obat yang biasa mereka konsumsi.

Hampir sepertiga dari pengidap HIV menilai isolasi dan pembatasan ruang gerak di Tiongkok akan berdampak pada habisnya stok obat HIV dalam waktu dekat. Sebab, karantina dan isolasi tersebut membuat UNAIDS kesulitan, bahkan tidak dapat lagi memasok kembali obat-obatan penting ini.

3. Penderita HIV terancam hidupnya karena obat HIV langka

84

Berdasarkan data pemerintah Tiongkok, pada akhir 2018, setidaknya ada 1,25 juta orang yang mengidap HIV di Tiongkok. Direktur Eksekutif UNAIDS, Winnie Byanyima mengatakan pengidap HIV harus tetap mendapatkan obat-obatan HIV demi keberlangsungan hidup mereka.

“Kami harus memastikan bahwa semua yang membutuhkan pengobatan HIV mendapatkan haknya,” tegasnya.

C.4.3 AS

Ingin trading dapat Rewards Voucher MAP, Travelloka hingga mobil Mercedes Benz serta rebate 11 USD per  1 lot dengan komisi hanya 1 USD per 1 lot nya? Daftar disini! Informasi Asep 0878.345.345.25