opec


Sebelumnya, komite teknis gabungan OPEC (JTC) dilaporkan merekomendasikan pengurangan 600.000 bph dalam produksi minyak. Nah, semalam OPEC sepakat pangkas 1,5 juta barel per hari (bph) hingga kuartal kedua tahun ini. Tapi mengapa minyak malah turun? Jawabannya karena kebijakan ini belum bisa diimplementasi jika belum disetujui oleh pemimpin anggota non-OPEC, Rusia. Rencananya pertemuan OPEC+ akan dilakukan Jumat (6/3/2020) ini.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC sepakat untuk mengurangi produksi minyak secara besar-besaran. Ini dilakukan untuk mendukung harga minyak yang goyang akibat wabah virus corona.

Beranggotakan 14 negara, OPEC yang dipimpin oleh Arab Saudi ini memutuskan untuk memotong produksi sebesar 1,5 juta barel per hari (bph) hingga kuartal kedua tahun ini. OPEC akan meninjau kebijakan ini lagi, pada pertemuan berikutnya 9 Juni.

Namun demikian, menurut CNBC International, kesepakatan untuk memangkas produksi belum bisa diambil lantaran belum mendapat persetujuan dari pemimpin anggota non-OPEC, Rusia. Rencananya pertemuan OPEC+ akan dilakukan Jumat (6/3/2020) ini.

Sejumlah analis menilai OPEC akan sulit meyakinkan Rusia. Mengingat negeri ini menginginkan penambahan produksi dibanding pemangkasan.

Sementara itu, harga minyak melemah pada Kamis. Minyak mentah Brent turun 2,4% dari US$ 50 menjadi US$ 49,93. West Texas Intermediate AS turun 1,88% dari menjadi US$ 45,90 per barel.

Sebelumnya, produsen OPEC dan non-OPEC pertama kali berkomitmen untuk membatasi kebijakan produksi minyak kolektif mereka pada tahun 2016. Ini dilakukan untuk meningkatkan harga dan mulai berlaku pada Januari 2017.

Pada Desember 2019, OPEC membatasi produksi minyak sekitar 1,7 juta barel per hari. Arab Saudi kemudian memilih untuk memotong produksinya sendiri secara sukarela dengan tambahan 400.000 bpd selama tiga bulan.

Pada bulan Februari, komite teknis gabungan OPEC (JTC) dilaporkan merekomendasikan pengurangan 600.000 bph dalam produksi minyak. Alasannya, untuk mengurangi tekanan pada harga minyak.

Rusia mengatakan pada saat itu mereka belum memutuskan apakah akan menandatangani pemotongan tambahan, dan posisi itu tampaknya terus berlanjut.

Sementara itu, pemangkasan tidak akan berlaku bagi Iran. Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan produksi di negeri itu tetap. (bbi/fan sumber cnbc)

 

 


Buruan daftar, guys! Klik dan mulai trading minyak sekarang. Raih rewards dan cashback tak terbatas. Klik disini ya, guys . Info: 081.333.603.791